Jumat, 05 Oktober 2012

mengapa penangkal petir konvensional dibuat runcing ?

wah..sudah musim hujan nih sahabat fisika....
kalau terjadi hujan biasanya disertai petir...
pernah terpikir nggak ne sahabat fisika,,koq penangkal petir ujungnya dibuat runcing ?
nah,, kali ini kita bakal ngebahas tentang penangkal petir itu sendiri....
penasaran ? mari kita cari tau....

Petir adalah gejala alam yang biasanya muncul pada musim hujan di saat langit memunculkan kilatan cahaya sesaat yang menyilaukan. Beberapa saat kemudian disusul dengan suara menggelegar yang disebut guruh. Perbedaan waktu kemunculan ini disebabkan adanya perbedaan antara kecepatan suara dan kecepatan cahaya. Petir terjadi karena ada perbedaan potensial antara awan dan bumi atau dengan awan lainnya.
Efek dari petir ini berbahaya apabila mengenai benda atau makhluk hidup. Efek dari petir itu juga cenderung menghancurkan. Oleh karena itu, perlu adanya penangkal petir.

Penangkal petir adalah rangkaian jalur yang difungsikan sebagai jalan bagi petir menuju ke permukaan bumi, tanpa merusak benda-benda yang dilewatinya. Ada tiga bagian utama pada penangkal petir :
1. Batang penangkal petir
2. Kabel konduktor
3. Tempat pembumian

Batang penangkal petir berupa batang tembaga murni yang ujungnya runcing. Ini merupakan ciri sistem penangkal petir konvensional ciptaan Benyamin Franklin ( Bapak Penangkal Petir Dunia ). Kenapa batang tembaga penangkal petir konvensional dibuat runcing ?


Hal ini karena muatan listrik mempunyai sifat mudah berkumpul dan lepas pada ujung logam yang runcing. Dengan demikian dapat memperlancar proses tarik menarik dengan muatan listrik yang ada di awan menuju ke batang tembaga penangkal petir yang runcing ini. Batang tembaga penangkal petir yang runcing ini dipasang pada bagian puncak suatu bangunan.

Saat muatan listrik negatif di bagian bawah awan sudah tercukupi, maka muatan listrik positif di tanah akan segera tertarik. Muatan listrik kemudian segera merambat naik melalui kabel konduktor , menuju ke ujung batang penangkal petir. Ketika muatan listrik negatif berada cukup dekat di atas atap, daya tarik menarik antara kedua muatan semakin kuat, muatan positif di ujung-ujung penangkal petir tertarik ke arah muatan negatif. Pertemuan kedua muatan menghasilkan aliran listrik. Aliran listrik itu akan mengalir ke dalam tanah, melalui kabel konduktor, dengan demikian sambaran petir tidak mengenai bangunan. Tetapi sambaran petir dapat merambat ke dalam bangunan melalui kawat jaringan listrik dan bahayanya dapat merusak alat-alat elektronik di bangunan yang terhubung ke jaringan listrik itu, selain itu juga dapat menyebabkan kebakaran atau ledakan. Untuk mencegah kerusakan akibat jaringan listrik tersambar petir, biasanya di dalam bangunan dipasangi alat yang disebut penstabil arus listrik



0 komentar:

Poskan Komentar

Daily in physics