Jumat, 21 September 2012

Fenomena Fatamorgana


Kata ‘’fatamorgana’’ mungkin sudah sering terdengar di telinga kita. Tapi seperti apa  fatamorgana itu ?  dan Bagaimana proses terjadinya fatamorgana itu ?
Sahabat fisika,,yuk kita cari tau....

Fatamorgana sering terjadi disekeliling kita. Kata fatamorgana diambil dari bahasa Italia. Ini pada mulanya adalah nama saudari Raja Arthur, Faye le Morgana, seorang peri yang bisa berubah - ubah rupa.

Fatamorgana merupakan pantulan cahaya oleh lapisan udara yang sangat panas akibat pemanasan Bumi. Benda dan bayangan pantulannya terlihat seperti pemukaan air. Dalam peristiwa fatamorgana ini, terdapat suatu konsep fisika yaitu konsep pembiasan. 

Fatamorgana merupakan sebuah fenomena optik yang biasanya terjadi di tanah lapang yang luas seperti padang pasir atau padang es. Fatamorgana adalah pembiasan cahaya melalui kepadatan yang berbeda, sehingga bisa membuat sesuatu yang tidak ada menjadi seolah ada.

Dalam kajian fisika, prinsip terjadinya fatamorgana berawal dari proses pembiasan yang terjadi pada dua medium melalui lapisan-lapisan udara yag memiiki perbedaan suhu. Proses terjadinya fatamorgana berawal dari adanya perbedaan kerapatan antara udara dingin dan udara panas. Udara dingin memiliki kerapatan lebih pekat dan lebih berat dibandingkan udara panas. Dalam kenyataannya, lapisan udara yang panas yang ada di dekat tanah terperangkap oleh lapisan udara yang lebih dingin di atasnya. Cahaya dibiaskan ke arah garis horisontal pandangan dan akhirnya berjalan ke atas karena pengaruh internal total.







Pemantulan internal total (total internal reflection) adalah proses pemantulan seberkas cahaya pada permukaan batas antara satu medium dengan medium yang lain yang indeks biasnya lebih kecil, jika sudut datang ke medium kedua melebihi suatu sudut kritis tertentu.Dengan demikian, cahaya berjalan di dalam medium yang memiliki indeks bias yang tinggi seperti air, kaca, dan plastik ke medium yang memiliki indeks bias lebih rendah seperti udara. Akibatnya gambar dengan sifat semu dan terbalik akan membentuk fatamorgana.




Fenomena fatamorgana, tanpa kita sadari sering kita temui dalam kehidupan kita sehari – hari. Seperti saat kita sedang berjalan dijalan beraspal  di siang hari dibawah terik matahari, di ujung jalan terlihat  bayang – bayang air,  seolah – olah  di depan sana jalan tergenang oleh air.  Namun saat kita dekati, jalan itu tetap kering.  

Fatamorgana juga dapat ditemui di gurun pasir. Fatamorgana di gurun pasir dapat menyerupai genangan air atau kota. Saat didekati genangan air tersebut menghilang.

  

0 komentar:

Poskan Komentar

Daily in physics